Sunday, 28 July 2013

Keliling Satu Bumi Hanya 24 Jam

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
Awalnya diawali dengan perasaan geregetan karena adanya orang-orang resek yang merasa dirinya paling benar akan sebuah pemahaman dan bersikap seolah orang lain itu salah. Dan pemahaman itu muncul bukan karena telah ditelaah melalui segi ilmiah, tapi lebih karena EGO dirinya yang enggak bisa menghargai pendapat orang lain yang padahal belum tentu salah.
Kali ini saya mau membahas tentang perbedaan penentuan awal bulan Ramadhan yang seringkali jadi issue di media. Tulisan ini ditujukan khususnya untuk saya sendiri supaya saya:
- Selalu ingat untuk mengkaji lebih dalam dari sebuah kontroversi.
- Tidak EGO. Kalau saya salah, ya semoga Allah membuat saya berbesar hati untuk menerima kebenaran. Aamiin

Oke, langsung saja kita kaji bersama tentang Hilal (هلال), Ijtimak, Hisab, dan Rukyat (maap khusus bagian yang ini modal co-pas dari sumber lain yang saya lupa linknya) 

Hilal (هلال) = Crescent = Bulan Sabit. 
Hilal adalah bulan sabit muda pertama yang dapat dilihat setelah terjadinya Conjunction (ijtimak / bulan baru / new moon) pada arah dekat matahari terbenam yang menjadi acuan permulaan bulan dalam kalender Islam. Biasanya hilal diamati pada hari ke-29 dari bulan Islam untuk menentukan apakah hari berikutnya sudah terjadi pergantian bulan atau belum. Hilal juga merupakan bagian dari fase bulan. 

Ijtimak (berasal dari Bahasa Arab), atau disebut pula konjungsi geosentris, adalah peristiwa dimana Bumi dan Bulan berada di posisi bujur langit yang sama, jika diamati dari Bumi. Ijtimak terjadi setiap 29,531 hari sekali, atau disebut pula satu bulan sinodik.

Conjunction (Ijtimak) = perhubungan. secara astronomi maknanya = pertemuan / papasan semu antara beberapa benda angkasa dalam derajat yang sama dari posisi bumi.

Pada saat sekitar ijtimak, Bulan tidak dapat terlihat dari bumi, karena permukaan bulan yang nampak dari Bumi tidak mendapatkan sinar matahari, sehingga dikenal istilah Bulan Baru. Pada petang pertama kali setelah ijtimak, Bulan terbenam sesaat sesudah terbenamnya matahari.

Ijtimak merupakan pedoman utama penetapan awal bulan dalam Kalender Hijriyah.

Penentuan awal bulan ditandai dengan munculnya penampakan (visibilitas) bulan sabit pertama kali (hilal) setelah bulan baru (konjungsi/ijtimak). Pada fase ini, bulan terbit sesaat setelah terbenamnya matahari, sehingga posisi hilal berada di ufuk barat. Jika hilal tidak dapat terlihat pada hari ke-29, maka jumlah hari pada bulan tersebut dibulatkan menjadi 30 hari. Tidak ada aturan khusus bulan-bulan mana saja yang memiliki 29 hari, dan mana yang memiliki 30 hari. Semuanya tergantung pada penampakan hilal.

nb = penampakan hilal seringkali mengalami kendala.


Hilal / Crescent / Bulan Sabit


Ijtimak kira2 seperti ini lah.. kalo salah, mohon kritiknya

Hisab adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam hal ini biasanya untuk menentukan hilal yang juga menentukan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriyah.

Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang nampak pertama kali setelah terjadinya Ijtimak (konjungsi). Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang atau dengan alat bantu optik seperti teleskop. Rukyat dilakukan setelah matahari terbenam. Hilal hanya tampak setelah matahari terbenam (maghrib), karena intensitas cahaya hilal sangat redup dibanding dengan cahaya matahari, serta ukurannya sangat tipis. Apabila hilal terlihat, maka pada petang (maghrib) waktu setempat telah memasuki bulan (kalender) baru Hijriyah. Apabila hilal tidak terlihat maka awal bulan ditetapkan mulai maghrib hari berikutnya.

Artinya = hilal yang sudah berwujud dimana sang bulan sudah memasuki usia 1 hari tidak disadari oleh manusia. hilal nampak lebih jelas ketika bulan sudah memasuki usia 2 hari.

sebagai contoh kalau ada gerhana, dalam hari yang sama, tidak semua sisi bumi bisa melihat, tapi tetap saja kan bumi mengalami gerhana. artinya sama dengan di atas:

- gerhana wujud tapi tidak semua sisi bumi bisa mengamatinya
- hilal wujud tapi tidak semua sisi bumi bisa mengamatinya

Jelas tertulis di Hadits Bukhari co-pas dari http://www.mutiarahadits.com/51/97/75/sabda-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam-jika-kalian-melihat-hilal.htm
Hadits Bukhari 1773

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ رَمَضَانَ فَقَالَ لَا تَصُومُوا حَتَّى تَرَوْا الْهِلَالَ وَلَا تُفْطِرُوا حَتَّى تَرَوْهُ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ
Janganlah kalian berpuasa hingga kalian melihat hilal & jangan pula kalian berbuka hingga kalian melihatnya. Apabila kalian terhalang oleh awan maka perkirakanlah jumlahnya (jumlah hari disempurnakan) . [HR. Bukhari No.1773].

Hadits Bukhari 1774

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الشَّهْرُ تِسْعٌ وَعِشْرُونَ لَيْلَةً فَلَا تَصُومُوا حَتَّى تَرَوْهُ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا الْعِدَّةَ ثَلَاثِينَ
Satu bulan itu berjumlah dua puluh sembilan malam (hari) maka janganlah kalian berpuasa hingga kalian melihatnya. Apabila kalian terhalang oleh awan maka sempurnakanlah jumlahnya menjadi tiga puluh. [HR. Bukhari No.1774].

Hadits Bukhari 1775

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ جَبَلَةَ بْنِ سُحَيْمٍ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الشَّهْرُ هَكَذَا وَهَكَذَا وَخَنَسَ الْإِبْهَامَ فِي الثَّالِثَةِ
Bulan itu begini begini. Lalu Beliau mengepalkan ibu jari tangannya saat menyebutkan hitungan yg ketiga. [HR. Bukhari No.1775].

Hadits Bukhari 1776

حَدَّثَنَا آدَمُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ قَالَ قَالَ أَبُو الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ
Berpuasalah kalian dgn melihatnya (hilal) & berbukalah dgn melihatnya pula. Apabila kalian terhalang oleh awan maka sempurnakanlah jumlah bilangan hari bulan Sya'ban menjadi tiga puluh. [HR. Bukhari No.1776].
Hadits Bukhari 1777

حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ صَيْفِيٍّ عَنْ عِكْرِمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آلَى مِنْ نِسَائِهِ شَهْرًا فَلَمَّا مَضَى تِسْعَةٌ وَعِشْرُونَ يَوْمًا غَدَا أَوْ رَاحَ فَقِيلَ لَهُ إِنَّكَ حَلَفْتَ أَنْ لَا تَدْخُلَ شَهْرًا فَقَالَ إِنَّ الشَّهْرَ يَكُونُ تِسْعَةً وَعِشْرِينَ يَوْمًا
Satu bulan itu bisa jadi berjumlah dua puluh sembilan hari. [HR. Bukhari No.1777].

Hadits Bukhari 1778

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ آلَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ نِسَائِهِ وَكَانَتْ انْفَكَّتْ رِجْلُهُ فَأَقَامَ فِي مَشْرُبَةٍ تِسْعًا وَعِشْرِينَ لَيْلَةً ثُمَّ نَزَلَ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلَيْتَ شَهْرًا فَقَالَ إِنَّ الشَّهْرَ يَكُونُ تِسْعًا وَعِشْرِينَ
Satu bulan itu bisa jadi berjumlah dua puluh sembilan hari. [HR. Bukhari No.1778].

Sebagai Tajdid, Teknologi canggih pun yang manakala jaman Rasulullah S.A.W. belum ada, dijadikan alat bantu:

ada pihak yang memfokuskan teknologi pada pengamatan hilal yang tidak nampak kasatmata

pihak lain yang memfokuskan penggunaan teknologi pada perhitungan dan simulasi dikarenakan adanya berbagai kendala pada pengamatan

perlu diketahui, saya di sini bukan membela atau menyalahkan salah satu pihak, karena apabila rukyat lebih awal dari hisab maka memang sebaiknya segera niatkan untuk berpuasa di 1 ramadhan atau ber-idul fitri di 1 syawal (simple aja kan?)

Di bawah ini, adalah beberapa penggunaan teknologi yang saya coba (tetap saya tidak merasa paling benar, soalnya saya tidak meragukan keyakinan mereka yang berpuasa 10 Juli 2013 karena masih mengikuti hadits Rasulullah S.A.W., tapi banyak dari mereka yang meragukan keyakinan saya. that's not fair..)

Aplikasi Lunar Phase dan Hicri Calendar yang lengkap keterangannya. dari lokasi, tanggal, waktu, representasi bulan, usia hari, dan ketinggiannya.
Di atas ini cuma sebelah kiri yang di cek dengan lokasi jakarta. sementara sebelah kanan di Kelantan Malaysia.

Saya yakin di satu bumi ini kalau satu negara tahun baru, ya harusnya tahun baru semualah.. kecuali pada area2 yang mengalami perbatasan waktu. Sesuai dengan klarifikasi yang diberikan NASA tentang misconception yang berkaitan dengan bulan. Salah satunya sebagai berikut:

Contoh yang saya ambil ketika terjadi new moon pada 8 Juli 2013 berdasarkan data NASA di bawah yang menggunakan Universal time, maka waktu yang tertera di data eclipse NASA ditambah sekitar 7 jam untuk mengetahui waktu Jakarta pada saat itu.

Untuk melihat simulasi fase bulan, saya mendapatkan video ini dari situs official NASA yang saya upload juga ke youtube saya:


di video ini akan terlihat jelas apakah tanggal 8 Juli 2013 atau 9 Juli 2013 yang sebenarnya mengalami ijtimak/new moon

dari link NASA tentang eclipse di bawah ini, kita bisa tahu kapan terjadinya gerhana matahari dan bulan. Waktu yang dipaparkan NASA adalah Universal Time. Apabila dikonversi ke waktu Jakarta, kira-kira ditambah 7 jam. Perhatikan new moon pada 8 juli 2013. tertera 7:14 artinya di Jakarta sudah sekitar jam 2 siang. Jam 2 siang saja posisi bulan sudah konjungsi (ijtimak) dengan matahari, Sudah jelas kalau melewati jam 2, Kalender Hijriah sudah memasuki bulan baru. Ketika Indonesia dan negara2 lain melakukan Rukyatul Hilal (dengan berbagai kendalanya itu) seharusnya hilal sudah nampak.


link ini untuk melihat konversi Universal Time ke berbagai lokasi:
tidak ada keterangan "previous day" yang menunjukkan bahwa Universal Time dengan Jakarta Time berada pada hari yang sama.
 

dan dari aplikasi "planetarium" lebih bisa dilihat posisi konjungsinya. Saya akan membandingkan antara tanggal 8 dan 9 juli 2013 dimana diyakini sebagai hari bulan baru (new moon) = hari terakhir sebelum puasa.

di kiri tanggal 8 Juli 2013 jelas2 terjadi konjungsi bumi-bulan-matahari = ijtimak = new moon = hari terakhir sebelum puasa.di kanan tanggal 9 Juli 2013 bulan sudah bergeser sedikit, konjungsi sudah hilang.

di kiri (8 Juli 2013), bulatan yang nampak membara adalah matahari, bulatan yang abu2 adalah bulan. semuanya jika dilihat dari bumi. Bisa dilihat kalau bulan dan matahari mengalami konjungsi / ijtimak.
di kanan (9 Juli 2013) bulan sudah bergeser naik, ijtimak sudah lewat. 

sama dengan di atas.

Kesimpulannya, bagi saya dan mereka di bumi ini yang menjalani puasa Selasa 9 Juli 2013 adalah memiliki dasar dari Al Quran dan Hadits. Sebaliknya sama, mereka yang puasa Rabu 10 Juli 2013 juga memiliki dasar dari Al Quran dan Hadits. Kita bisa aja seragam kalau semua pemimpin negara di bumi ini bisa sepakat untuk menentukan mana yang terakurat, tapi itu enggak mungkin dan enggak gitu penting. Yang penting buat saya adalah

Respect sama siapa saja. Selama tidak melakukan larangan Tuhan, nggak etis kalau usil sama urusan orang.
الحمد لله ربّ العالمين‎
السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

No comments:

Post a Comment